Kamis, 15 November 2012

Artikel Islami - Ragu Belajar Ilmu Agamamu?




ان الحمد لله اما بعد :
Tidak di ragukan lagi sesungguhnya orang yang sukses adalah yang diberikan oleh Alloh Ta’ala jalan kepada kebenaran, karena sesungguhnya kebaikan ada di tangan Alloh dan diberikan kepada siapa saja hambaNYA yang dikehendaki, oleh karena itu dari doa yang telah dipanjatkan oleh Rasululloh :
اللهم يا مقلّب القلوبثبّت قلبي على دينك
‘’Ya Alloh Dzat yang membolak balikan hati, tetapkanlah hatiku diatas agamaMU”[1]
Dan seperti yang diketahui bersama bahwa ilmu ada 2 macam: ilmu syar’i (ilmu agama) dan ilmu dunia.
Ilmu Dunia : Matematika, Astronomi, Biologi, dan yang lainya dari ilmu-ilmu duniawi yang dibutuhkan manusia di kehidupanya. Dan permasalahan didalam ilmu ini adalah ringan. Benar, karena tanpa dipungkiri lagi akan pentingnya ilmu tersebut dan kebutuhan manusia untuk mempelajarinya, akan tetapi kebutuhan akan ilmu duniawi tidak dapat menyamai kebutuhan manusia kepada ilmu agama, barangsiapa yang mempelajari ilmu dunia untuk memberikan manfaat orang lain akan mendapatkan pahala, dan barang siapa mempelajari ilmu dunia untuk dirinya sendiri tidak mendapatkan dosa.

Ilmu Agama : Ilmu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan As-Sunnah (Hadits); maka tidak diragukan bahwa inilah yang terpenting, dan inilah yang dimaksudkan dalam sabda nabi Muhammad sallallahu’alaihiwasallam yang mengatakan :
 طلب العلم فريضة على كل مسلم
Menuntut ilmu wajib untuk setiap muslim”[2]
Dan (ilmu agama) adalah warisan para nabi ; dan telah datang dari Hadits Nabi Muhammad :
انّ الانبياء لم يورثوا دينارا ولا درهماو انما ورّثوا العلم فمن أخذه أخذ بحذّ وافر
Sesungguhnya para nabi bukanlah mewariskan Dinar maupun Dirham (harta), akantetapi mewariskan ilmu, maka barangsiapa mengambil ilmu itu dia telah mengambil bagian yang banyak.”[3]
Dan tentunya barangsiapa yang berjalan untuk menempuh ilmu tersebut dia telah beruntung, dan berada didalam kebaikan –ان شاء الله- jika dia senantiasa Ikhlas dalam perbuatanya untuk Alloh Ta’ala, dan tidak menginginkan sesuatu melainkan pahala Alloh dan kebahagiaan di akherat.
Keutamaan Ilmu Syar’I (Agama)
Maka diketahui darinya menuntut ilmu mempunyai keutamaan yang agung, dan barang siapa diberikan kesempatan untuk menuntutnya dialah orang yang beruntung. Sehingga cukuplah bagi penuntut ilmu kemuliaan karena dia dimudahkan jalan untuk menuju ke syurga, Nabi Muhammad sallallahu’alaihiwasallam bersabda :
من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له طريقا إلى الجنة
Barangsiapa meniti sebuah jalan ditujukan kepadanya Ilmu, maka Alloh akan mudahkan jalan untuknya dengan ilmu tersebut jalan menuju syurga”[4]
Dan tidak akan pernah sama keringat yang dihasilkan penuntut ilmu dengan orang yang bodoh (dari ilmu agama). Alloh Ta’ala berfirman :
            قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ
Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui‘[5]
Maksudnya : tidak akan pernah sama antara yang mengetahui dan yang tidak mengetahui, sepertihalnya tidak sama orang yang hidup dengan orang yang mati, orang yang bisa mendengar dan orang yang tuli, orang yang bisa melihat dan orang yang buta, maka dari itu Alloh Ta’ala berfirman :
يرفع الله الذين آمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات
Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman di antara kalian dan yang diberi karunia ilmu sebanyak beberapa derajat”[6]
Dari hal tersebut jika kita melihat didunia ini mereka para pakar ilmu maupun ulama dipuji disetiap tempat. Begitupula di akherat, maka tidak diragukan mereka diberikan derajat yang tinggi disyurga.
Dan sebagai penutup, cukuplah bagi penuntut ilmu merasa bangga, karena Alloh telah menginginkan kebaikan darinya, sebagaimana telah dikhabarkan dari Nabi Muhammad sallallahu’alaihiwasallam  dalam sabdanya :
من يرد اللّه به خيرا يفقهه في الدين
Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan (darinya) maka akan difahamkan (untuknya) ilmu agama.”[7]
*kalo dilihat penjelasan diatas semoga menyadarkan kita untuk mengambil prioritas ilmu yang lebih urgensi, jangan ragu masuk pondok yuxx ..   ^_^ (pen.)

 

Penulis: Ibnu Syawal Al-Jauziah


[1] Tirmidzi derajatnya hasan
[2] Ibnu Majah, no:224, dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shahih Ibni Majah
[3] HR. Abu Dawud no:3641, dan ini lafazhnya; Tirmidzi no:3641; Ibnu Majah no: 223; Ahmad 4/196; Darimi no: 1/98. Dihasankan Syeikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin 2/470, hadits no: 1388
[4] HR. Muslim (no. 2699) dan selainnya, dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu
[5] Qs. Az-Zumar: 9
[6] Qs. Al-Mujadilah: 11
[7] Hadits shahih, diriwayatkan oleh Bukhari (no. 71, 3116, 7312), Muslim (no. 1037), Ahmad (IV/92, 95, 96), Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi (I/122-123, no. 84), dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu’anhu

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Created By Hafis JF